IMG_0280

SMA Negeri 3 Malang merupakan satu-satunya Sekolah Menengah Atas di Indonesia yang menjadi pusat pengambilan test Microsoft yang bisa diikuti oleh peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan upaya SMA Negeri 3 Malang untuk meningkatkan kualitas peserta didik khususnya di SMA N 3 Malang dan peserta didik di Indonesia pada umumnya untuk menyongsong generasi emas Indonesia 20 – 30 tahun kedepan. Setelah lulus, peserta akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan untuk keperluan melanjutkan studi ataupun bekerja. Terlebih lagi, sertifikat ini berlaku secara Internasional.

SMA N 3 Malang telah siap menerima pendaftaran pengambilan test Microsoft dan SMA N 3 Malang juga telah memiliki trainer yang siap untuk membina para peserta yang ingin mempersiapkan test tersebut. Beberapa trainer yang telah LULUS test Microsoft tersebut adalah sebagai berikut:

  1. NORMAN ADHI PRAWITHA, S.Kom.
  2. RIZKY ADITYA NUGRAHA, S.Pd.
  3. TRI SETYA ANGGRIANI, S.Pd.
  4. WAWAN PRAMUNADI, M.Pd.
  5. ANIQ MUBAROK, S.Pd., S.S.
  6. INTAN NURJANNAH, S.Pd.

Diucapkan selamat kepada Bapak/Ibu yang telah lulus test.

Ayo daftar test Microsoft di SMA N 3 Malang!

(HUMAS)

 

Tim Trainer up

KISI-KISI USBN-SMA UMUM K-2013   DOWNLOAD  
KISI-KISI USBN SMA PEMINATAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL K-2013   DOWNLOAD  
KISI-KISI USBN SMA AGAMA K-2013   DOWNLOAD  
KISI-KISI USBN SMA PEMINATAN BAHASA DAN BUDAYA K-2013   DOWNLOAD  
KISI-KISI USBN SMA PEMINATAN MATEMATIKA  IPA K-2013   DOWNLOAD  

TAMBAHAN:

KISI-KISI USBN PENJAS, PRAKARYA, DAN SENI BUDAYA                                                                             DOWNLOAD 

Download (PDF, 288KB)

HASIL TRY OUT KOTA 1 2018 SISWA SEMESTER 6 DI SINI

HASIL TRY OUT SISWA SEMESTER 4 DI SINI

HASIL TRY OUT SISWA SEMESTER 2 DI SINI

Smanti Informasi Pendidikan (SIP) 2018 merupakan salah satu program rutin yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 3 Malang. Acara ini dikhususkan bagi peserta didik kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dari bangku SMA dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Tentunya, dalam memilih jurusan dan fakultas dalam suatu universitas, peserta didik kelas XII membutuhkan sekilas informasi dari senior yang telah berpengalaman agar mereka tidak salah menentukan pilihan.

Tahun ini, SIP 2018 mengangkat tema “Share the Adventure, Shape Your Future” dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari tahun lalu yaitu pengenalan jurusan tiap universitas kepada peserta didik kelas XII.

“Yang membedakan dari tahun sebelumnya, kali ini SIP tidak mengadakan try out, diganti dengan pemberian motivasi dan tes sidik jari. Modelnya seperti fingerprint, dari situ peserta didik dapat mengetahui bakat dan minatnya masing – masing,” ujar Ketua Pelaksana SIP 2018, Farah Alvirozia.

SIP 2018 dilaksanakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 6 dan 13 Januari 2018. Pada tanggal 6 Januari 2018, acara diisi dengan tes sidik jari dan pemberian motivasi dari Bapak Arif Bachtiar sebagai motivator. Motivator yang berasal dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini memberikan kata-kata yang menginspirasi dan mendorong semangat para Pejuang Bhawikarsu agar dapat meraih nilai Ujian Nasional (UN) terbaik dan diterima di universitas yang diinginkan.

Masih bagian dari program SIP,  pada tanggal 13 Januari 2018, acara  diisi dengan talkshow  bersama alumni dari IKASMARIAGITMA mengenai pengalaman kehidupan mahasiswa di bangku perkuliahan sesuai universitas dan fakultas mereka masing- masing. Beberapa pertanyaan dari peserta didik kelas XII pun dilontarkan. Salah satu pertanyaan yang menarik berasal dari seorang siswi adalah ketika dia menanyakan bagaimana jika seseorang memiliki keinginan untuk berkuliah di luar kota namun tidak direstui oleh orang tua ?

Pertanyaan ini dijawab oleh salah satu alumni dengan bijak. Perwakilan alumni tersebut mengatakan bahwa restu dari orang tua itu sangat penting untuk kelancaran dan keberhasilan dalam hidup kita. Jika orang tua tidak merestui, kita hanya punya 2 pilihan; berusaha membujuk mereka dengan memberikan pengertian dengan sabar menurut sudut pandang kita sendiri atau menuruti keinginan mereka untuk berkuliah di dalam kota saja. Tentu, masalah ini juga menjadi bobot atau kendala bagi setiap orang tua yang belum tentu rela melepas putra putrinya untuk menempuh pendidikan di kota yang asing bagi mereka.

Acara pun dilanjutkan dengan pengenalan berbagai universitas dan jurusan di dalamnya oleh para alumni. Disini, panitia membagi tiap universitas dalam kelas kelas sepanjang lantai 2 SMA Negeri 3 Malang. Peserta didik kelas XII pun bebas untuk mengunjungi tiap kelas sesuai universitas dan jurusan yang diminatinya.

Namun tentu SIP 2018 ini juga memiliki kendala selama pelaksanaan acara. “Kendalanya, peserta didik kelas XII kurang antusias untuk berpartisipasi dalam acara ini. Kalau aku lihat dari sedikitnya peserta yang hadir dalam setiap rangkaian acara.” jelas Farah. Lebih lanjut, gadis yang akrab disapa Fifi itu berharap untuk ke depannya SIP tetap menjadi ajang bagi kelas XII untuk mendapatkan gambaran tentang kehidupan di bangku perkuliahan dan menjadi sarana interaksi antara alumni senior dan peserta didik kelas XII.

 

Christian Noven/ E-2

Pada Sabtu, 27 Januari 2018,  SMA Negeri 3 Malang kedatangan tamu dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada pukul 08.00 – 10.00 WIB. Tak kurang dari 30 orang siswa dan 8 orang guru menjadi perwakilan tamu yang jauh-jauh datang dari negeri Jiran tersebut.

Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana sekolah di Indonesia berlangsung, baik dari segi kegiatan non akademik maupun akademik. Selain itu, guna meningkatkan motivasi belajar siswa SMA Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, mereka jauh-jauh datang ke Malang dengan harapan bahwa SMA Negeri 3 dapat menjadi contoh patokan tentang bagaimana setiap peserta didik mampu mempertahankan semangat belajar dan selalu meningkatkan potensi diri mereka.

Diluar kegiatan akademik dan non akademik, kunjungan tersebut untuk mengenal dan menjalin keakraban antar kedua sekolah sehingga kelak jika memungkinkan, banyak kegiatan yang bersifat kooperatif bisa dilaksanakan yang nantinya bisa memberikan kontribusi positif bagi kedua belah pihak.

 

 

Pada hari Kamis, 25 Januari 2018, SMA Negeri 3 Malang menjamu tamu dari Universitas Brawijaya untuk acara sosialisai Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang, program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi S1 Bioteknologi.

Dalam kesempatan itu, ada dua kegiatan yang dilakukan. Pertama adalah pengenalan profil Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Yang kedua yakni diskusi mengenai keilmuan dan kompetensi lulusan Program Studi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan dan Program Studi S1 , Bioteknologi. Kegiatan berjalan dengan lancar, mengingat tingginya minat siswa SMA Negeri 3 Malang untuk masuk ke Universitas Brawijaya, khususnya di Jurusan Teknologi Pertanian.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan siswa siswi SMA N 3 Malang mendapatkan wawasan untuk melanjutkan kuliah di jurusan tersebut. Selain itu, acara tersebut juga dapat memberikan kesadaran bahwasanya jurusan di bidang pertanian masih menjadi jurusan yang diminati dan juga jurusan yang memiliki prospek cerah di masa depan.

 

 

 

 

Dalam rangka peringatan Hari Bhakti Imigrasi yang ke-68 tahun 2018, Kantor Imigrasi Kelas 1 Malang mengadakan sosialisasi keimigrasian di SMA Negeri 3 Malang dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada para generasi penerus bangsa pengetahuan seputar keimigrasian.

Keguatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Januari 2018 pukul 09.00 – 11.00 WIB bertempat di Ruang Serbaguna SMA N 3 Malang. Acara ini juga menjadi kesempatan bagi tak kurang dari 50 siswa yang sangat antusias dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Terlebih lagi, salah satu pemateri yang juga Kepala Imigrasi Kelas 1 Malang, adalah Alumni SMA Negeri 3 Malang. Selain itu, pada sela-sela kegiatan, para siswa juga diberi kesempatan untuk memperoleh door prize yang telah disiapkan oleh pemateri.

Pada akhir kegiatan, siswa diharapkan agar memiliki rasa semangat dan semakin termotivasi sehingga kelak mereka akan menjadi Future Leader suatu saat nanti.

 

 

Sebagai salah satu program rutin setiap semester, SMA Negeri 3 Malang mengadakan kegiatan semester pendek dan matrikulasi untuk semester gasal tahun ajaran 2017-2018. Bertempat di Villa Hamsa Junrejo, kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari 2 malam tersebut dimulai pada hari Kamis, 3 Januari 2018 sampai tangggal 5 Januari 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk kembali memantapkan kompetensi-kompetensi yang ada pada setiap pelajaran di semester sebelumnya. Selain itu, khusus untuk program matrikulasi, kegiatan terfokus untuk menyetarakan kemampuan dari siswa baru sehingga mereka dapat beradaptasi dengan cepat  dengan atmosfer pembelajaran di SMA Negeri 3 Malang.

Kegiatan dimulai dari pagi pukul 7 hingga jam 9 malam. Dari rentang 14 jam tersebut, bermacam-macam kegiatan dilakukan, baik kegiatan yang meliputi pembelajaran hingga pemberian motivasi dan suntikan nilai-nilai yang mencakup karakter dan pemantapan ilmu dan praktik religi. Dalam sehari, kegiatan dibagi kedalam beberapa sesi yang diselingi dengan waktu istirahat dan diskusi kecil. Para pengajar pun dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta kecocokan chemistry antara siswa dan guru.

Setelah selesainya program, para siswa diharapkan agar semakin siap dalam menyongsong kegiatan semester depan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan modal nilai karakter dan religi yang cukup besar sehingga dapat mendorong segala proses pembelajaran siswa menjadi lebih baik dan bermakna.

 

Nihon Bunka Shoukai adalah kegiatan memperkenalkan budaya Jepang di SMA Negeri 3 Malang. Kegiatan ini diadakan oleh LM Bahasa Jepang bekerjasama dengan BNC (Bhawikarsu Nihon Club) yang dilaksanakan selama dua hari yaitu hari Kamis dan Jumat, tanggal 7- 8 Desember 2017. Acara ini bertujuan agar siswa SMA 3 semakin mengenal budaya-budaya Jepang, apalagi tahun ini SMAN 3 Malang mendapatkan Nihongo Partners dari Japan Foundation yang diwakili oleh Miyamoto Atsuko. Keberadaan Nihongo Partners di sekolah adalah untuk membantu guru bahasa Jepang dalam KBM dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah memperkenalkan budaya ataupun kebiasaan orang Jepang.

 

Acara ini diikuti sekitar 50 orang yang meliputi siswa Lintas Minat Bahasa Jepang dan klub BNC. Pada hari pertama, para siswa mencoba memakai pakaian tradisional Jepang yaitu Yukata. Melalui pemberian tutorial oleh Manami Sensei, para siswa melihat dan mencoba memakai Yukata, kemudian mereka bisa berkeliling sekolah untuk berfoto. Selanjutnya, para siswa disuguhi dengan upacara minum teh atau biasa disebut sadou. Sadou adalah upacara minum teh untuk menyambut tamu. Pertama Manami Sensei memperagakan bagaimana menyeduh dan mengaduk maccha, cara memberikan ke tamu dan bagaimana Mina Sensei sebagai tamu menerima kemudian meminumnya. Kemudian, para siswa secara bergantian mencoba mengaduk dan minumannya yang juga dilengkapi dengan okashi atau kue manis. Oishikatta desu.

 

Pada hari kedua, budaya yang diperkenalkan adalah Furoshiki, budaya membungkus barang dengan kain. Di sini para siswa tidak sekedar diajari cara bagaimana membungkus barang dengan kain, tapi mereka secara berkelompok juga disuguhi gambar barang yang sudah dibungkus dan mereka diminta berpik   ir sendiri bagaimana membungkus barang sesuai dengan gambar contohnya. Sehingga, pada kegiatan ini siswa dituntut berpikir kritis, aktif, dan mampu bekerja sama. Dan ternyata, Kurikulum 2013 dapat diterapkan pada pembelajaran pengenalan sebuah budaya. Omoshirokatta desu.

Download (PDF, 1.79MB)

Learning Points from SMAN 3 Malang

 

From the exchange we had with SMAN3 students, we were truly amazed by their hospitality, willingness to learn, adaptability and team dynamics.

Firstly, when we entered the school, the students were lined up in rows by the entrance and they did a cheer to welcome us. They were energetic and genuine with the cheers, which can be seen from the smiles on their faces. During the opening ceremony, the school’s choir team even sang our national anthem, which absolutely amazed us. We were then split into 4 groups, Jupiter, Mars, Neptune and Venus. Students of SMAN3 always encouraged us to be involved in all the games and putting our need before theirs. Another example would be when it rains, students formed a line along the stairs to shelter us from the downpour. They looked out for our wellbeing and this kind gesture really touched us. The warm atmosphere made us felt welcomed and at home. We should learn to place others need before ours as many time, we are more concern about ourselves rather than the people.  Thus, quality hospitality is something we felt in every SMAN3 student.

Secondly, throughout the trip, students of SMAN3 made use of any free time we have, such as mealtime and bus time, to raise questions to us. They were very curious to find out about lives in Singapore and in school. They were very attentive and drew comparisons with the situation in Malang. Some even asked questions about the political and socio-economic issues, which were way beyond our expectations of them. This showed their eagerness to learn and thirst for knowledge.

Thirdly, we found out that some students participated in YLEAD 2017. They were able to apply what they learnt and experience from YLEAD to Gen Y. For example, the 30min challenge we had at Coban Rondo is a simplified version of YLEAD’s 15 Hour Challenge. Thus, this shows that they were able to adapt and implement with resources they have.

Lastly, we realised that students of SMAN3 are very bonded. Despite not knowing other local participants, they bonded well with each other and with us. Everyone had a positive vibe, which created a warm atmosphere. An example would be everyone contributing ideas and cheered their lungs out for the jingle. Thus, team dynamics is very important to build good relations with people.

In conclusion, we have benefited tremendously from this exchange and are very thankful for this opportunity.