25
NOV
2016

Pelajar Singapura Kerasan Belajar Bareng Siswa SMAN 3

img_2913editSebanyak 10 siswa-siswi dari River Valley High School (SMA River Valley) Singapore nampak begitu asyik mengikuti serangkaian kegiatan pertukaran pelajar yang berlokasi di SMAN 3 Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 18-19 November itu sebagai bentuk kolaborasi kedua sekolah untuk saling bertukar kebudayaan dan sistem pembelajaran.

Pada hari pertama, para siswa diajak berkeliling sekolah yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Utara, nomor 7, Kota Malang. Selanjutnya, mereka diajak untuk mempelajari beberapa permainan tradisional asli Indonesia. ”Anak-anak (siswa SMAN 3) juga mengajarkan membatik. Seluruh murid dari SMA River Valley diberikan kaus polos berwarna putih, lalu mereka bebas membatik. Kaus itu bisa dibawa pulang,” ujar Kepala SMAN 3 Kota Malang Asri Widiapsari.

Asri menyatakan, para murid sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dibuat oleh siswa-siswi SMAN 3. ”Mereka merasa senang bisa belajar kebudayaan di Indonesia,” kata dia.

Pada hari kedua, 10 siswa itu diajak mengunjungi salah satu tempat wisata alam yang berlokasi di Kota Batu, yaitu Taman Selecta. Di sana, mereka kembali diajak untuk mempelajari permainan-permainan tradisional, misalnya bentengan. Kegiatan tersebut dikemas sesantai mungkin, tetapi masih tetap mengutamakan konsep pembelajaran.

Asri menjelaskan, SMAN 3 sudah beberapa kali berkolaborasi dengan SMA River Valley. ”Kami sebenarnya sudah menjalin kerja sama sejak 2009,” kata dia ketika ditemui Jawa Pos Radar Malang di ruang kerjanya, Sabtu (19/11). Bahkan, SMAN 3 juga sering mengirimkan siswanya ke Singapura untuk mempelajari sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah tersebut.

”Kali ini, kami yang menerima kunjungan dari mereka. Istilahnya kunjungan balasan,” terangnya. Asri menyampaikan, SMAN 3 dan SMA River Valley mempunyai visi yang sama, yakni menyiapkan anak-anak untuk menjadi pemimpin masa depan.

foto-bersama-di-selectaeditSelain berkolaborasi tentang sistem kepemimpinan, para siswa juga belajar mengenai friendship (pertemanan) serta cross culture understanding (pemahaman lintas budaya). ”Anak-anak kami mempresentasikan lewat tarian tradisional dan membatik,” ujarnya. Selain itu, mereka juga berkolaborasi mengenai program OSIS yang menjadi benchmark (patokan) dari kedua sekolah.

Asri juga menyampaikan, adanya kolaborasi tersebut, pihaknya berharap bisa memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran mengenai kepemimpinan. Apalagi tujuan dari SMA River Valley juga selaras dengan visi SMAN 3, yaitu menyiapkan anak-anak menjadi generasi masa depan yang berjiwa pemimpin. ”Kolaborasi antar bangsa sangat penting dilakukan,” tegasnya.

Menurut dia, salah satu hal yang bisa dipelajari dari SMA River Valley adalah kedisiplinannya. ”Gambarannya seperti sekolah taruna,” ujar Asri sembari tertawa.

(Courtesy Radar Malang)

Leave a Reply

*

captcha *